Minggu, 04 Oktober 2015

Senam 4 Oktober

Senam kali ini di ikuti sekitar 54 Warga Blok C, dan di sediakan minuman teh jahe hangat  oleh bu Wayan, dan Roti oleh Ibu Ibu ...... maaf tidak tahu yang kasih he he he ....

1. Pak Tris di depan .......Semangat awas terlalu tinggi ngangkat tangannya.....


2. IBu Ibu Goyaaaaaaaang kanan


3. Pesertanya sampai di Pos .........ayoo jangan lupa minggu depan datang dan minuman hangat...... bu wayan minumnya jangan manis manisss.......yaaaaaa


Berapa lama Waktu Ideal berolahraga

Para peneliti akhirnya menemukan jawaban dari pertanyaan “Berapa lama waktu ideal yang dibutuhkan untuk berolahraga?”
Menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Queen’s University di Ontario, Kanada, berolahraga 150 menit dalam seminggu adalah waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan risiko sindom metabolik. Dan tidak masalah jika 150 menit olahraga dilakukan langsung dalam sekali berolahraga atau bertahap, sesuai dengan yang diingikan.
Berapa Lama Waktu Ideal Berolahraga Ini Jawabannya.
Sindrom metabolik adalah sindrom awal yang mengarah pada penyakit jantung dan diabetes, termasuk juga dalam golongan penyebab tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas.
“Perlu diperhatikan bahwa orang dewasa harus berolahraga atau melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit seminggu dalam pola apapun dari jadwal mereka,” kata Dr. Ian Janssen, Ph.D. yang melakukan penelitian ini.
Para peneliti mengundang 2.324 partisipan orang dewasa di Kanada yang berusia 18 sampai 64 tahun yang terdaftar dalam Canadian Health Measures Survey sejak tahun 2007-2011, semua peserta studi diukur selama 7 hari menggunakan akselerometer untuk mendekteksi intensitas, frekuensi, durasi, dan gerakan tubuh. Para peserta yang aktif dan tidak aktif secara fisik dipisahkan. Para peserta yang aktif secara fisik diberi tugas untuk berolahraga selama 5 hari atau lebih dalam seminggu selama 30 menit atau lebih. Sementara para peserta yang tidak aktif secara fisik diberi tugas berolahraga 1-4 hari seminggu selama 30 menit.
Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa diantara peserta yang aktif secara fisik dan diberi tugas untuk berolahraga 5 hari semingu selama 30 menit, memiliki kemungkinan lebih rendah terkena sindrom metabolik dibandingkan dengan mereka yang berolahraga selama 1-4 hari seminggu. Penelitian ini juga telah diterbitkan dalam Journal Applied Physiology, Nutrition and Metabolism.
So fitness mania, hanya 150 menit berolahraga dalam seminggu Anda sudah bisa mendapatkan tubuh yang sehat! (boy)

Sabtu, 03 Oktober 2015

memory



Foto Foto lama



Lokasi

Perumahan Surya Regency di bangun th 2005 , berikut adalah denah lokasi nya , perumahan ini masuk di 2 desa yaitu, desa Sruni dan Karanbong.
Akses Masuk bisa melalui Gambir Anom , Sruni, dan Tebel




Blok A, B masuk kawasan desa Sruni, dan Blok C, D masuk Kawasan Desa Karangbong

Jadwal Kegiatan


No Hari /Tanggal Jam Nama Kegiatan Tempat
1 Minggu,   4 Okt 2015 06.00 Senam Pagi CP
2
3
Minggu, 11 Okt 2015
Minggu, 11 Okt 2015
06.00
19.30
Senam Pagi
Rapat RT 01
CP
CP
4 Rabu,     14 Okt 2015 19.00 Rapat RT 03 CP
5 Kamis,   17 Okt 2015 19.30 Pengajian Ibu ibu CP
6
7
Minggu, 18 Okt 2015
Rabu,     21 Okt 2015
06.00
16.00
Senam Pagi
Posyandu
CP
CP
8 Minggu, 25 Okt 2015 06.00 Senam Pagi CP
9 Sabtu,     31 Okt 2015 20.00 Rapat RW CP

BERIKUT PENGURUS RT dan RW, Desa Karangbong
Periode 2014 – 2016

Pengurus RW 07
1. Ketua       : NIZAM BACHRI
2. Wakil       : DIDI KUNTADi
3. Bendahara  1. ANIK AMBARINI
                      2. YONI SETIAWAN
4. Sekretaris              : DHONI WH

Pengurus RT 01
1. Ketua      ` : AGUS INDRATNO
2. Waka        : DHANY  ARIBOWO
3. Bendahara : WIDAYATNO
4. Sekretaris : STEVANUS F Poluan

Pengurus RT 02
1. Ketua       : M SOLEH
2. Waka       : FAIZAL CHRISTIAWAN
3. Bendahara: LUTFI SAKSONO
4. Sekretaris : BAGUS SATRIO

Pengurus RT 03
1. Ketua       : ASARUDIN
2. Wakil       : BONIFASIUS YUDI
3. Bendahara : HASBI M S
4. Sekretaris : FIRMANU

Pengurus RT 04
1. Ketua       : ARIEF SETIAWAN
2. Wakil       : ARIES S
3. Bendahara ANGGUN LAKSMANA

4. Sekretaris  ANTONIUS 

Manfaat Donor Darah

Donor Darah dan Risiko Penyakit Jantung Koroner




Donor darah merupakan proses pengambilan sebagian darah yang kita miliki yang disumbangkan dan disimpan di bank darah yang sewaktu-waktu dapat dipakai untuk transfusi darah. Donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi orang yang membutuhkan, tetapi juga memberikan manfaat bagi pendonornya.
Darah, terutama sel darah merah merupakan sel yang mengandung hemoglobin yang terbentuk dari zat besi, yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Kebutuhan zat besi tergantung kepada jenis kelamin dan usia. Laki-laki dewasa membutuhkan 8.5 mg/hari dan wanita dewasa usia subur membutuhkan 18.9 mg/hari. Kebutuhan zat besi dapat diperoleh dari makanan yang berasal dari sumber hayati (zat besi nonheme) dengan ketersediaan hayati 2-3% dan sumber hewani (zat besi heme) dengan ketersediaan hayati 20-23%.
Kenyataan bahwa zat besi nonheme yang agak sulit diserap sebenarnya justru menguntungkan karena zat besi yang terlalu mudah diserap apabila dikonsumsi secara berlebihan, seperti zat besi heme yang berasal dari daging, justru akan menumpuk dalam tubuh dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Zat besi yang menumpuk akan meningkatkan radikal bebas di dalam tubuh dan dapat mengoksidasi kolesterol. Kolesterol yang teroksidasi tersebut akan mengendap di dinding pembuluh darah. Oksidasi kolesterol yang mengendap di pembuluh darah akan menimbulkan plak (atherosclerosis) yang merupakan cikal bakal timbulnya penyakit jantung koroner.
Wanita yang masih mengalami menstruasi atau haid, memiliki risiko penyakit jantung koroner yang lebih rendah dibandingkan dengan kaum pria. Hal ini dikarenakan wanita yang mengalami menstruasi akan secara teratur membuang darah (zat besi), sedangkan para kaum pria tidak mengalami pembuangan darah (zat besi). Agar tidak terjadi penimbunan zat besi yang berlebihan, maka dianjurkan untuk melakukan donor darah secara teratur yakni setiap 3-6 bulan sekali.
Dengan melakukan donor darah secara rutin, regenerasi darah akan berlangsung lebih cepat, oksidasi kolesterol menjadi lebih lambat. Selain itu, aliran darah juga menjadi lebih lancar dan mampu mencegah penimbunan lemak dan hasil oksidasi kolesterol pada dinding pembuluh darah jantung. Hal ini dapat mengurangi risiko timbulnya penyakit jantung koroner.
Penelitian menyebutkan bahwa kegiatan donor darah yang rutin dapat menurunkan risiko kejadian serangan jantung sampai 1/3 kali, terutama pada pria. Beberapa keuntungan lain dari donor darah rutin berdasarkan beberapa penelitian lain adalah menurunkan stres oksidatif di dalam tubuh, menurunkan kejadian resistensi insulin, serta  meningkatkan kadar HDL ( kolesterol baik).